Email Marketing: Pengertian, Contoh, & Efektivitasnya untuk Pemasaran

email marketing

Ting.

 

Notifikasi email masuk dari sebuah toko buku lokal langganan saya.

 

Ting.

 

Notifikasi email lain dari sebuah e-commerce yang mengingatkan saya untuk segera check out barang di keranjang.

 

Ting.

 

Notifikasi email lagi dari aplikasi travel yang menawarkan promo 50% diskon tiket pesawat.

 

Ting. Ting. Ting.

 

Apakah Anda juga mengalami hal yang sama setiap harinya? Itulah yang dinamakan email marketing.

 

Sederhananya, email marketing adalah email berisi konten atau pesan komersial yang dikirimkan kepada pelanggan maupun calon pelanggan, seperti informasi tentang produk, promo atau event yang sedang berlangsung, dan lain-lain. Tujuan email marketing yang utama ialah agar Anda dapat terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan secara lebih personal, kemudian mempertahankan hubungan tersebut dengan baik, sekaligus “mengaktifkan” kembali pelanggan yang pasif hingga konversi menjadi penjualan.

 

Efektivitas Email Marketing

Mungkin Anda bertanya-tanya, seberapa efektifkah email marketing? Mengapa email marketing merupakan teknik pemasaran yang paling diminati? Mari kita telusuri.

 

Di tengah popularitas media sosial dan perkembangan teknologi pemasaran yang begitu cepat, seperti social media marketing dan Google ads, banyak yang memprediksikan email marketing tidak akan bertahan karena sudah ketinggalan zaman. Akan tetapi, berbagai statistik menunjukkan email marketing akan masih tetap efektif, terutama di 2021 ini.

 

Tahun 2020 kemarin, terdapat 3,9 miliar pengguna email aktif harian di seluruh dunia. Email marketing dapat menghasilkan rata-rata 40x ROI (4.000%!) dengan sebanyak 60% pelanggan melakukan pembelian dari email marketing. Bisnis Anda mengincar kaum milenial? Jangan sampai Anda mengabaikan email marketing, karena 73% milenial lebih memilih menerima komunikasi dari bisnis/ perusahaan via email. Tidak kalah dengan media sosial, email marketing juga dapat menjangkau pelanggan dan calon pelanggan dengan cepat, karena 21% email dibuka di jam pertama email terkirim.

Peluang yang sangat besar, bukan?

 

Lalu, bagaimana cara membuat email marketing?

Setelah mengulik berbagai potensi email marketing untuk bisnis Anda, kini saatnya mengupas beberapa cara membuat email marketing yang efektif:

1. Kumpulkan daftar email

Sebelum memulai email marketing, apakah Anda sudah punya daftar kontak email-nya? Jika belum, ada berbagai cara untuk mulai mengumpulkannya, seperti:

 

  • Konten yang dapat diunduh gratis

Ada banyak jenis konten yang bisa Anda bagikan secara gratis, seperti e-book, tips dan trik, whiteboard, resep, dan lain-lain untuk mendapatkan alamat email audiens Anda. Pastikan konten Anda memberikan nilai yang besar atau signifikan bagi audiens agar mereka bersedia memberi alamat email mereka demi mengunduh konten Anda secara gratis.

 

  • Kelas online atau webinar

Jika Anda adalah seorang expert di bidang Anda, Anda bisa mengadakan kelas online atau webinar. Untuk mendaftar, audiens perlu memberikan alamat email mereka. Dengan cara ini, Anda tidak hanya mendapatkan daftar email, tetapi juga memposisikan diri Anda sebagai expert di pasar sekaligus membentuk kepercayaan audiens.

 

  • Free Trial/ Sample

Memberi sampel atau uji coba gratis adalah cara efektif untuk mendapatkan perhatian audiens dan membuat mereka memberikan alamat email mereka dengan mudah. Again, who doesn’t love free stuff?

 

  • Transaksi Offline

Siapkan skema transaksi offline agar pelanggan bersedia memberikan alamat email mereka. Contoh, saat pelanggan sedang memesan atau hendak membayar di offline store Anda, Anda bisa meminta email pelanggan untuk mengirimkan invoice, mengajak mereka menjadi member agar bisa mendapatkan banyak keuntungan seperti diskon, dan lain-lain.

 

2. Segmentasi email & personalisasi konten

Segmentasi email adalah teknik yang dapat membuat email marketing Anda lebih kuat lagi! Segmentasi memungkinkan Anda untuk melakukan personalisasi konten sesuai dengan segmen-segmen yang ada. Dengan begitu, konten Anda dapat menjadi lebih personal dan relevan untuk audiens.

 

Hasil riset menunjukkan, email yang tersegmentasi membuat kemungkinan audiens mengklik link di dalam email menjadi lebih tinggi sebanyak 50%. Dengan lebih banyak klik, lebih banyak kunjungan ke website dan online store, apa artinya untuk Anda? Betul sekali, lebih banyak penjualan!

 

Segmentasi email ini dapat dilakukan berdasarkan informasi masing-masing kontak email, dari yang umum seperti jenis kelamin dan kota domisili, hingga yang mendetail seperti minat dan hobi. Jika Anda hendak mengadakan event promosi di kota tertentu atau memiliki konten yang cocok untuk hobi tertentu, segmentasi otomatis akan mencegah Anda mengirim email yang tidak relevan untuk kontak yang tidak berada di kota atau memiliki hobi terkait.

 

Anda juga dapat melakukan segmentasi berdasarkan engagement audiens. Contohnya, segmen “Highly Engaged” untuk kontak-kontak yang selalu membuka email Anda dan mengklik button CTA, atau “Low Engagement” untuk yang jarang (atau tidak pernah sama sekali) membuka email Anda. Dengan segmentasi seperti ini, Anda dapat membuat dua konten email berbeda untuk masing-masing segmen, satu untuk retensi audiens, dan satu lagi berfokus untuk meningkatkan interest.

 

3. Kemas konten yang mobile-friendly

Jika dibandingkan dengan desktop atau webmail, email lebih sering dibuka melalui perangkat mobile, terbukti dari email open rates atau tingkat buka email paling tinggi ada di perangkat mobile, yaitu sebesar 81%. Oleh karena itu, mengemas dan mengoptimalkan email agar mobile-friendly atau ramah pengguna mobile sangat penting.

Saat membuat email, perhatikan besar-kecilnya ukuran serta panjang teks di body email, posisi ornamen atau foto produk di banner email, letak dan ukuran button CTA, dan komponen-komponen lainnya agar mudah dilihat dan dibaca di perangkat mobile.

 

4. Strategi campaign

Untuk campaign email marketing, Anda dapat memilih untuk menjalankannya secara automated, nurturing, atau keduanya, sesuai kebutuhan dan tujuan pemasaran Anda.

 

Email automated akan dikirim secara otomatis ketika ada kontak email baru yang masuk ke daftar email Anda. Umumnya, campaign email automated berisi welcoming message atau ucapan terima kasih atas pembelian.

 

Email nurturing adalah email yang dikirim secara reguler. Umumnya, email ini berisi konten terkait produk atau layanan Anda, promo atau event yang sedang berlangsung, dan lain-lain. Konsep dari email nurturing adalah mengirim rangkaian email secara rutin, mulai dari memberikan sesuatu yang bernilai bagi pelanggan maupun calon pelanggan Anda untuk membangun kepercayaan dan hubungan dengan mereka — seperti informasi edukatif, tips dan trik, dan lain-lain — hingga mengingatkan mereka bahwa ada Anda yang hadir sebagai solusi untuk masalah mereka, dan akhirnya mengajak atau mengarahkan mereka untuk konversi menjadi penjualan.

 

Contoh email marketing

Sebagai seorang perantau, saya cukup sering pulang kampung menggunakan pesawat. Namun, semenjak pandemi, tentu saya tidak bisa lagi bepergian seperti itu. Beberapa hari yang lalu, saya menerima email dari sebuah aplikasi travel yang pra-pandemi adalah langganan saya, tapi sekarang sudah tidak pernah lagi saya gunakan. Subject email-nya cukup menarik hingga saya akhirnya membuka email tersebut:

Contoh Subject Email Marketing

Saya yakin subject email itu ditulis sedemikian rupa untuk meyakinkan saya, yang sudah tidak pernah lagi menggunakan aplikasi tersebut sejak pandemi, bahwa mereka punya solusi bepergian dengan pesawat yang nyaman dan aman.

Saat dibuka, isi email-nya langsung menghadirkan solusi tersebut:

Contoh Email Marketing

Dari awal, sapaan yang ramah dengan menyebutkan nama saya membuat email ini terasa personal. Teks yang singkat dan padat sangat tepat untuk audiens yang sering membaca email sepintas saja, seperti saya. Jika saya ingin tahu lebih lanjut, saya tinggal mengklik button CTA yang tersedia. Detail maskot yang menggunakan masker di banner juga semakin menegaskan pesan yang hendak disampaikan email ini.

 

Belum cukup sampai di situ, email ini kemudian ditutup dengan manis:

Contoh Email Marketing

Untuk semakin meyakinkan saya, mereka menyuguhkan diskon hotel hingga Rp500.000. Lihatlah kode promonya! WEWANTYOUBACK, sangat sesuai untuk saya yang tidak pernah lagi menggunakan layanan mereka sejak pandemi. Tak lupa tercantum pula teks disclaimer dan CTA yang jelas di bawahnya.

Di bagian footer email, mereka mengajak saya untuk mengikuti mereka di berbagai media sosial, serta menyediakan kontak customer service yang lengkap dan tautan untuk mengunduh aplikasinya

Contoh Footer Email Marketing

Itulah contoh email marketing yang efektif, karena berhasil membuat saya membuka, membaca sampai akhir, dan mengklik button CTA-nya. Dari subject, banner, isi, hingga struktur — keseluruhan konten email ini dikemas dengan apik sesuai dengan profil dan background saya. Contoh ini juga menjadi penegas mengapa segmentasi dan personalisasi konten email marketing sangat penting.


 

Email marketing merupakan teknik pemasaran yang paling diminati karena potensi bisnis yang dapat dihasilkannya sangat besar. Tidak hanya efektif untuk menjangkau pelanggan maupun calon pelanggan Anda secara personal, email marketing juga strategi komunikasi yang tepat untuk membangun hubungan dengan mereka sekaligus memperkuat branding Anda. Setiap kali email Anda muncul di notifikasi perangkat mereka, maka setiap kali itu pula brand Anda tertanam di benak mereka.

 

Jika Anda ingin memulai campaign email marketing untuk bisnis Anda, Online Consultant Heroleads Indonesia siap untuk membantu & berkonsultasi dengan Anda kapanpun.

 

Sampai jumpa di HeroNotes selanjutnya!


Medina Saharani

Copywriter at Heroleads Indonesia

Recent posts

Customer-Based Marketing

The Secret of Digital Sales: Customer-Based Marketing

“Most companies expect greater revenues from their online marketing efforts. However, not all of them...
Chatbot, CRM, Lead generation

How chatbots can help you achieve your business & marketing goals

In this digital world, chatting has become the most used form of communication. Whether it...
cookies, privacy, Web Analytics

The death of the cookie, what’s next?

How are cookies currently used? 1.Tracking vs. information storage Cookies were initially created to store...

Get a Free
Consulation now

Heroleads Asia is Southeast Asia's leading independent performance marketing agency. Contact us to get a free consultation from our Digital Marketing Experts.